Lampung Barat – Dalam rangka menjaga suasana kondusif selama masa pemilihan kepala daerah, pasangan calon (Paslon) Gubernur B dan Paslon Bupati A melaksanakan kegiatan kampanye damai bertempat di Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat, pada [tanggal]. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya cooling system untuk meredam tensi politik, menciptakan kesadaran demokrasi yang sehat, dan menjalin kedekatan dengan masyarakat setempat.
Kampanye ini dihadiri ratusan masyarakat dari berbagai desa di Kecamatan Batu Brak. Suasana berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, dengan tema besar "Membangun Lampung yang Lebih Baik Melalui Demokrasi Sehat." Dalam kegiatan tersebut, kedua paslon menyampaikan visi dan misi mereka untuk memajukan daerah, sembari menekankan pentingnya menjaga perdamaian selama proses pemilihan berlangsung.
Paslon Gubernur B menyampaikan bahwa salah satu program unggulan mereka adalah penguatan infrastruktur pedesaan dan peningkatan akses pendidikan. “Kami ingin memastikan setiap wilayah di Lampung, termasuk Kecamatan Batu Brak, mendapatkan akses yang sama terhadap pembangunan,” ujar Paslon Gubernur B dalam orasinya.
Sementara itu, Paslon Bupati A menyoroti pentingnya pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Mereka menjanjikan program-program yang fokus pada peningkatan kesejahteraan petani dan pelaku UMKM. “Kesejahteraan masyarakat adalah prioritas kami. Kami hadir untuk memastikan bahwa setiap suara masyarakat Lampung Barat benar-benar terwujud dalam program nyata,” tegas Paslon Bupati A.
Selain penyampaian visi-misi, kampanye ini juga diisi dengan hiburan seni budaya lokal, seperti tarian adat Lampung dan penampilan musik tradisional gamolan pekhing. Kegiatan ini berhasil menarik perhatian warga sekaligus memupuk semangat kebersamaan.
Dalam penutup acara, kedua pasangan calon mengimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dengan bijak dan tidak terpengaruh oleh isu-isu negatif atau berita hoaks. “Mari kita jaga suasana damai ini, karena masa depan Lampung ada di tangan kita semua,” ujar kedua paslon secara bersama-sama.
Kegiatan kampanye damai ini tidak hanya mempererat hubungan antara calon pemimpin dan masyarakat, tetapi juga menjadi contoh nyata praktik demokrasi yang sehat dan beretika. Masyarakat yang hadir merasa senang dengan pendekatan damai yang dilakukan oleh para calon, dan berharap hal ini terus terjaga hingga proses pemilu selesai.



